Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Selasa, 20 Desember 2016

Mengomentari Esai Eki Endang Setiani


Mengomentari esai yang berjudul “Jaka Tarub” yang ditulis oleh Eki Endang Setiani, menurut saya penulisan esai yang sudah di buat oleh Eki masih perlu banyak pengoreksian. Jika dilihat dari ceritanya penulis menceritakan bagaimana alur cerita teater itu dimulai, tetapi keanehan esai ini tidak diakhiri dengan bagaimana sebuah pertunjukan teater tersebut berakhir. Penulis hanya bercerita tentang bagaimana teater itu berjalan. Adanya kesalahan tentang penyebutan nama tokoh seperti nama tokoh “Nawang Wulan” tetapi disini malah ditulis “Damar Wulan”. Ini adalah sebuah kesalahan fatal dimana seorang penulis bisa membuat sebuah kesalahan yang sangat cacat. Apalagi ini adalah sebuah nama tokoh utama perempuan yang sangat disorot dalam cerita ini. Kesalahan penulisan nama tokoh utama perempuan akan mempengaruhi pembaca. Pembaca mungkin akan enggan memabaca karena sejak awal saja penulis sudah salah menuliskan nama tokoh utama perempuan, lantas pembaca akan berfikir tentang kebenaran esai ini.Sungguh amat disayangkan bukan? Apalagi kisah Jaka Tarub sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia bahkan masyarakat Indonesia sudah paham bahwa Jaka Tarub menikah dengan seorang bidadari yang bernama Nawang Wulan bukan Damar Wulan. Penulis juga ternayata salah menuliskan nama anak Jaka Tarub dan Nawang Wulan. Disini penulis menuliskan bahwa anak Jaka Tarub adalah “Wulan” bukan “Nawangsih”. Serta ketidak konsistenan penulis menceritakan di awal cerita penulis menuliskan  bahwa anak Jaka Tarub bernama Wulan (Teater Jaka Tarub dimulai sejak jaka tarub sudah mempunyai istri dan anak perempuan yang bernama wulan) tetapi di akhir cerita penulis menyebut bahwa anak Jaka Tarub bernama Nawangsih (jaka tarub yang mengambil selndang miliknya dan akhirnya damar wulan meninggalkan jaka tarub dan Nawangsih).  Dari sini saja bisa kita lihat bahwa penulisan esai ini banyak sekali kekeliruan. Ada lagi kekeliruan yang harus dibenahi oleh penulis tentang kutipan ini “Pertunjukan tearer Jaka Tarub ini dibuat oleh karya mahasiswa teater gema karya mahasiswa PBSI Universitas PGRI Semarang” sebenarnya pertunjukan Jaka Tarub ini bukanlah karya dari mahasiswa teater gema cerita Jaka Tarub sudah ada sejak dulu sebelum pentas teater ini dilaksanakan.  Teater ini diperankan oleh  mahasiswa Unit Kemahasiswaan Teater Gemma UPGRIS. Bukankah itu sebuah kesalahkaprahan?  Memang tidak seratus persen seorang penulis menulis esai itu harus benar dan tepat, setidaknya seorang penulis yang baik adalah penulis yang memahami bahan tulisan yang akan ia jadikan sebuah tulisan sehingga minilam  tidak akan terjadi kekacauan atau kesalahkaprahan dalam sebuah penulisan. Jika dilihat dari sisi lain dan melupakan sejenak kesalahan-kesalahan diatas. Bisa dilihat bahwa penulis  juga menuliskan sebuah pesan moral yang baik untuk para pembaca. Jika kita bisa memahami kisah ini ada nilai-nilai kearifan lokal dan pesan moral dari sebuah cerita rakyat yang bermanfaat. 




0 komentar:

Posting Komentar