Assalammualaikum
Wr.Wb.
Selamat malam
juga Pak Naka yang paling ganteng di kelas 3E. Kabar saya alhamdulilah
baik-baik saja. Semoga Pak Naka di Jakarta juga baik-baik saja, Amin. Mengenai
rencana saya untuk hari-hari berikutnya semoga di setiap berganti harinya saya
bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berguna bagi sesama serta yang
lebih penting semoga saya bisa membahagiakan keluarga saya, Amin ya Rob.
Langsung ke inti
pembicaraan ya pak. Sesungguhnya saya itu bukan malas membaca pak, tetapi
sedikit sungkan untuk membaca sesuatu yang bukan tipe bacaan saya, karena saya
lebih suka membaca sesuatu yang bacaannya mengandung unsur komedi serta
mengandung unsur yang anti mainstream. Terkadang memang suka jenuh jika di
suruh membaca buku yang berlapis-lapis dan berlembar-lembar. Karena tipekal
saya adalah tipekal yang lebih bisa memahami perkataan orang lain ketimbang
harus membaca lembaran-lembaran kertas yang entah saya sendiri bingung kenapa
jika saya membaca kurang bisa memahami. Jika saya ingin memahami dari suatu
teks pun saya harus mengulang-ulang bahan bacaan tersebut hingga saya memahami
isi dari teks.
Mengenai
berterus-terang untuk berbicara? Sebenarnya saya adalah tipekal orang yang
banyak bicara atau sering dibilang cerewet tetapi ketika saya berada di dalam
suatu forum entah itu kelas ataupun organisasi saya juga tidak paham kenapa
saya kurang percaya diri dengan apa yang ada dalam pikiran saya untuk
diutarakan, mungkin saya takut jika perkataan saya tidak diterima atau jawaban
saya salah. Tetapi keanehan saya jika
saya belum mengenal seseorang disekeliling saya, saya akan lebih percaya diri
untuk sekadar mengangkat tangan dan membicarakan gagasan atau ide yang ada
dalam benak serta pikiran saya.Mungkin karena jika perkataan saya tidak
diterima atau jawaban saya salah saya
tidak akan malu, sebab mereka tidak
mengenali saya heheheh.
Memahami tentang
diri saya kenapa penting? Yang tahu tentang diri saya ya saya sendiri, orang
lain hanya bisa memahami tapi mungkin mereka tidak mengerti tentang diri saya.
Jika saya bisa mengerti serta memahami diri saya maka saya akan dengan enak
menjalani hidup dan saya akan kebih bisa mengikuti alur hidup seperti yang saya
inginkan.
Niatan saya
bertahan hidup? So pasti karena saya belum bisa jadi apa-apa, masih jadi
anak-anak yang menginjak dewasa tapi masih sering ngrepoti keluaraga. Saya
belum bisa membalas jerih payah kedua orang tua saya karena sampai sekarang
masih saja nyadong uang saku ke orang tua. Belum bisa menggapai cita-cita saya untuk menaikan haji orang tua, membuatkan
rumah yang megah untuk nenek saya dan belum bisa menjadi manusia yang bisa
bertanggung jawab menjadi khalifah di bumi tercinta ini.
Motivasi saya
harus kuliah? Saya sadar saya terlahir bukan dari keluarga yang terpandang dan
bukan dari keluarga yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan. Saya sadar
karena saya anak pertama yang harus menjadi panutan bagi adik saya, jika
pendidikan saya rendah ataupun gagal bagaimana dengan nasib adek saya kelak?
Kata Bapak saya kesuksesan adek saya berada ditangan saya, karena seorang kakak
yang baik harus jadi tuntunan serta tontonan bagi adiknya. Terakhir yang paling
penting saya ingin merubah dunia meskipun yang saya ubah itu dunia keluarga
saya.
Masih ada yang
bicara dalam kelas? Heheh saya juga sering begitu pak jika lagi tidak mood
dengan mata kuliah yang sedang saya pelajari. Sudah jadi kebiasaan mahasiswa
berbicara dalam kelas tapi jika ditanya dosen pada bungkam semua(manusiawi katanya
pak). Tapi ya memang mengganggu jalannya pelajaran jika ada yang berbicara
dalam kelas, semisal ada teman yang
serius belajar dan mendengarkan dosen jadi terganggu dengan bunyi-bunyiaan
tidak penting. Hahahah Basmi aja Pak musnahkan heheh.
Berapa buku yang
sudah dibaca? Lumayan banyak pak jika di hitung sejak saya duduk di bangku
sekolah dasar(buku pelajaran, komik, cerpen, buku keagaamaan dan masih banyak
lagi). Berapa Koran yang disimak? Saya
tidak terlalu suka dengan Koran pak, saya membaca Koran jika ada judul yang
menarik dan membuat rasa pengen tahu saya bertambah besar serta yang terpenting
jika saya membaca Koran itu pasti ketika saya sedang mendapatkan tugas karena
saya dan keluarga saya tidak pernah berlangganan Koran serta majalah dari dulu.
Apa sih yang
menarik dari dirimu? Eeemmmmmzd yang menarik dari diri saya, apa ya Pak heheh
kadang bingung juga apa yang menarik. Karena yang bisa menilai seberapa
menariknya saya ya orang lain bukan diri saya. Tapi menurut saya, yang bisa
saya jual dari diri saya yaitu suara ocehan saya hehehe (kecrewetan saya
Pak).
Begitulah Pak
surat balasan yang bisa saya balas. Sedikit tidak formal tapi itu tulus dari
lubuk hati saya yang terdalam loo Pak jawabannya hehehhe. Tetap semangat ya Pak
mengajar Kami, Kami masih kurang bimbingan dan haus akan ilmu mengenai
Penulisan Media Massa. Sekian dan Terima Kasih Pak.
Wassalammualaikum
Wr.Wb.

0 komentar:
Posting Komentar